Home / Berita / PAD Jepara Tahun 2020 Melebihi Target  

PAD Jepara Tahun 2020 Melebihi Target  

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara tahun 2020 melebihi target yang ditentukan. Dari target Rp.408.012.576.000  yang ditentukan, diakhir tahun realisasi mencapai Rp.419.310.442.515 atau sebesar 102,77 persen. Hal ini terungkap dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2020 yang disampaikan oleh Bupati Jepara kepada DPRD, Kamis (8/4/2021).

PAD tersebut bersumber dari Pendapatan Pajak Daerah, Retribusi Daerah,  Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain -lain PAD yang sah.

Sedangkan secara keseluruhan, pendapatan daerah Kabupaten Jepara realisasinya mencapai 98,47 persen. dari semula yang direncanakan sebesar Rp.2.351.298.047.000 realisasinya sebesar Rp.2.315.207.521.483.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengungkapkan, selama tahun 2020, Kabupaten Jepara juga berhasil memperoleh sejumlah penghargaan. Diantaranya penghargaan atas dukungan fasilitas dalam pelayanan keluarga berencana serentak sejuta akseptor, Penghargaan Natamukti UMKM, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),  BNM award, Penghargaan atas diraihnya WTP 10 kali berturut-turut serta Penghargaan Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik.

“Atas berbagai penghargaan tersebut, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD serta berbagai pihak yang selama tahun 2020 telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Jepara,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, selain pada urusan pengelolaan keuangan, sejumlah capaian kinerja per urusan juga mengalami perbaikan. Urusan pendidikan, kepemudaan dan olahraga, saat ini partisipasi warganegara  usia 5-6 tahun dalam pendidikan usia dini menjadi 60,03 persen; usia 7-12 tahun partisipasinya dalam pendidikan dasar sebesar 99,6 persen; sementara usia 13-15 tahun sebesar 84,7 persen partisipasinya dalam pendidikan menengah pertama.

“Sedangkan tingkat partisipasi warga Negara usia 1-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah sangat kecil yakni hanya 0,42 persen,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Andi menambahkan, dari berbagai capaian tersebut, dirinya menyadari bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat masih terdapat kekurangan dan masih ada masalah yang belum optimal dipecahkan. “Untuk itu, kami mohon masukan dan saran agar ke depan Jepara semakin baik dan sejahtera,” tandasnya.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *